Langsung ke konten utama

LAPORAN PENELITIAN DI PANTI ASUHAN AL-JANNAH DI TUGU REJO KOTA SEMARANG

Jum'at, 2 Desember 2011


LAPORAN PENELITIAN DI PANTI ASUHAN AL-JANNAH DI TUGU REJO KOTA SEMARANG 
A. PENDAHULUAN
Anak-anak merupakan tunas generasi muda mendatang yang menjadi tulang punggung bangsa dan pembangunan umat. Anak-anak adalah anugrah terindah dan sekaligus amanat Allah yang wajib dijaga, dididik, diayumi, dicintai, dan diberikan kasih sayang,tentunya itu sebagian besar dilakukan oleh orang tua didalam sebuah keluarga.
Keluarga adalah tempat naungan yang berisi ayah, ibu, dan anak yang mana didalam keluarga terdapat adanya kasih sayang, pengertian, perhatian, dan keperdulian dengan yang lainnya. Ayah dan ibu ( orang tua ) selalu mempengaruhi anaknya melalui interaksi langsung dengan keluarga maupun masyarakat. Selama perkembangan anak, tokoh anak itu umumnya lebih memberikan semangat kepada anaknya supaya bisa hidup mandiri, membiarkan anaknya mengenal lingkungan yang luas. Sikap ini berbeda dengan sikap ibu, baik di dalam rumah maupun diluar rumah. Sikap ibu di dalam rumah, memberikan perlindungan kepada anaknya, memberikan kenyamanan, memberikan kesejahteraan, memberikan kasih sayang, melakukan pekerjaan rumah mulai dari hal terkecil sampai yang terbesar,semua itu dilakukan dengan ikhlas. Sedangkan sikap ibu di luar rumah itu sebagai seorang wanita yang tangguh, yang bertanggung jawab atas perilaku anaknya dan akhlak yang diperbuat oleh anaknya. Kita sadari bersama bahwa keluarga adalah fondasi bangunan umat. Keluarga dapat menentukan bagaimana masa depan suatu umat dan bangsa. Keluarga pulalah yang menjadi ujung tombak dalam perbaikan dan pendidikan masyarakat.
Lingkungan keluarga adalah tempat pendidikan pertama bagi seseorang setelah dilahirkan, selain sekolah, lingkungan sekitar, serta masyarakat. Dalam teori nativisme, perkembangan manusia itu akan ditentukan oleh fakto-faktor natives,yaitu faktor keturunan yang dibawa oleh individu pada waktu ia dilahirkan. Manusia dituntut untuk mampu mengembangkan dan menyesuaikan diri terhadap masyarakat. Tetapi kenyataan yang sering dijumpai adalah keadaan pribadi yang kurang berkembang dan rapuh, kesosialan yang panas, kesusilaan yang rendah, keimanan serta ketakwaan yang dangkal.
Namun, ketika (orang tua) ayah atau ibu meninggal hal itu dapat mempengaruhi psikologis perkembangan anak. Didalam perkembangan anak mereka mengalami goncangan moral yang biasanya mereka mendapatkan kasih sayang, perlindungan, maupun materi semuanya sudah tidak dia rasakan lagi. Karena semua itu hanya dia dapatkan didalam keluarga atau orang tua. Perkembangan psikologis anak disaat tidak ada orang tua itu dia merasa hidupnya itu tidak ada gunanya lagi, dia selalu melakukan hal-hal yang bisa membuat dirinya senang walaupun itu bisa merusak dirinya sendiri, secara fisik dia seperti orang yang stress.
Namun, pada masyarakat menggerakan suatu lembaga yang diatas namakan panti asuhan yang mana dapat menampung puluhan bahkan ratusan anak yang mengalami goncangan psikis baik anak tersebut kehilangan ibu yang disebut piatu, sedangkan anak yang kehilangan ayah disebut yatim, dan anak yang kehilangan ayah maupun ibu yang disebut yatim piatu. Kemudian adanya anak-anak jalanan atau anak gelandangan bahkan mereka yang tidak mempunyai keluarga mereka juga dirawat oleh panti asuhan agar mereka mendapatkan perlindungan yang layak, kehidupan yang memadai bahkan psikologisnya yang baik tidak mengalami kesedihan akibat kehidupan sebelumnya yang tidak layak. Didalam suatu lembaga panti asuhan tersebut bertujuan memberikan kenyaman, perlindungan, dan kelayakan hidup baik dari segi materi maupun pendidikan yang pernah dia dapatkan dari orang tuanya. Dengan dilengapi adanya sarana yang diperlukan oleh anak-anak panti asuhan tersebut sehingga dapat membangun kekreativan mereka didalam menghasilkan sesuatu yang berguna. Dengan demikian goncangan psikis yang terjadi pada anak tersebut dapat hilang secara perlahan-lahan dengan adanya kegiatan-kegiatan yang bermanfaat tersebut.
B. LATAR BELAKANG
1.Sosial
Mereka ada, terlahir di dunia, namun ditolak keberadaannya. Mereka bahkan tidak mengerti mengapa bukan kehangatan yg penuh cinta yg memeluk mereka. Kesepian & kesunyian menjadi bagian dari hidup mereka.
Perilaku anak-anak tersebut pada awal masuk panti asuhan sangat terganggu mentalnya. Karena faktor yang berbeda seperti halnya karena kesedihannya ditinggal oleh orang tua yang di sayanginya ataupun bahkan ada yang bersifat berandal yang masih melekat akibat pengaruh lingkungan yang buruk akibat mereka sering berkehidupan di jalanan. Namun, setelah mereka berkehidupan di panti asuhan akhlak mereka sudah baik. Karena pengaruh dari pengasuh panti asuhan yang penyayang, seakan-akan mereka dianggap seperti halnya anak kandungnya. Begitu pula anak panti asuhan yang satu dengan yang lainnya yang saling menyayangi seakan keluarganya sendiri. Mereka saling bertukar pikiran apa yang sedang dialaminya. Sehingga psikologis pemikiran meraka dapat berkembang lagi karena mereka saling menyayangi dan mengasihi.
Kemudian dari konsep masyarakat yang ada mengenai proses belajar anak dalam bermasyarakat yaitu interaksi dan sosialisasi. Proses interaksi adalah proses anak itu mengenal lingkungan masyarakat sedangkan proses sosialisasi adalah proses sosialisasi yang bersangkutan dengan proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial. Dalam proses itu seorang individu dari masa anak-anak hingga masa tuanya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu sekelilingnya yang menduduki beraneka macam peran sosial yang mungkin ada dalam kehidupan sehari-hari.1
Kemudian dalam proses evolusi sosial budaya yang dianalisa secara detail akan membuka mata anak dalam melihat untuk berbagi macam proses perubahan yang terjadi dalam dinamika kehidupan sehari-hari dalam tiap masyarakat. Proses-proses evolusi sosial budaya yang dipandang seolah-olah dari jauh hanya akan menampakkan kepada perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Proses-proses disebut dalam ilmu antropologi, proses-proses menentukan arah, atau directional processes.2
Dari semua itu sehingga anak-anak panti asuhan dapat membentuk jati dirinya dalam masyarakat yang santun, yang dapat gotong royong dalam menyelesaikan pekerjaan satu sama lain meskipun tidak pekerjaannya yang menimbulkan sikap saling membantu dalam masyarakat. Dari situlah pengaruh masyarakat dalam pembentukan jati diri sangat besar. Karena lingkungan panti asuhan yang sangat santun dapat mempengaruhi anak-anak panti asuhan dan masyarakat panti asuhan yang sangat berakhlak mulia karena masyarakat tersebut sangat mendukung adanya panti asuhan. Saling menyayangi dan saling mengasihi sehingga anak-anak berpengaruh menjadi anak-anak yang bersifat sosial, saling menyayangi dan mengasihi.
Tali ikatan yang terbaik antara satu sama lain dalam suatu masyarakat, adalah ikatan yang dibangun atas dasar perasaan dan cinta yang sesungguhnya. Keharmonisan yang ada antara dua jiwa akan membuat mereka berpadu dalam dunia cinta dan persatuan. Dari sinilah dasar kebahagiaan yang kekal itu tumbuh. Agar kebahagiaan ini tetap terpelihara, masing-masing orang harus menyingkirkan berbagai perselisihan dan berkompromi tentang berbagai persoalan, mengenai apa yang mesti mereka tolak dengan sepantasnya. Persahabatan yang paling bernilai adalah persahabatan tidak dibangun atas dasar kepentingan pribadi tetapi di atas kepentingan bersama dengan cinta, persaudaraan, dan mampu memuaskan jiwa manusia yang membutuhkan cinta dan kesenangan.3
2.Agama
Agama tersebut di bagi menjadi dua:
  1. Formal: Anak-anak di panti asuhan Al-Jannah melaksanakan pendidikan formalnya di dalam madrasah atau sekolah yang terdapat pelajaran umum. Mereka tidak hanya melakukan pendidikan tentang kehidupan akhirat saja namun dia juga melekukan pembelajaran tentang ilmiah juga. Di dalam pendidikan tersebut yang dapat diambil oleh anak-anak dapat mengatur perilaku atau tatanan moral (akhlak) anak, sehingga dapat terhindar dari hal-hal yang berbahaya dan dilarang oleh agama.
Pendidikan formal sangat dibutuhkan oleh anak karena pendidikan berpengaruh terhadap kualitas serta kuantitas usaha belajar anak, dan bahwa seluruh staf pendidik dapat menyumbang pada perkembangan kepribadian masing-masing anak didiknya. Oleh karena itu, pelayanan pendidikan formal tersebar secara luas, dengan melibatkan tenaga pendidik yang professional dan handal. Tenaga-tenaga pengajar yang secara rutin berhubungan dengan para siswa, memegang peran kunci dalam proses pendidikan formal. Mereka dapat menyisipkan aneka unsur pendidikan dalam pelajaran, dapat memberikan bimbingan kelompok, bahkan dapat menyelenggarakan wawancara konseling. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan pendidikan formal dapat berjalan kondusif dan lancar.4
  1. Informal:Di dalam panti asuhan mangadakan pengajian, baik mengaji Al-Qur’an maupun kitab mupun yang lainnya. Kemudian di dalam panti asuhan tersebut juga diadakan kegiatan rebana yang dilaksanakan setiap malam Senin. Agar dapat selalu mengingat Sunnah Rasulullah, karena itu dilakukan pada saat hari kelahiran Rasulullah. Anak-anak panti asuhan juga diwajibkan shalat tahajjud. Karena shalat tahajud untuk kepentingan mereka sendiri agar diberi kemudahan oleh Allah SWT dalam melakukan sesuatu yang di Ridhai-Nya.
Hal itu dilakukan oleh anak-anak panti asuhan karena pengasuh panti asuhan tersebut selalu memberi contoh baik bagi anak-anak panti asuhan. Seperti halnya pada saat beliau masih muda meskipun beliau melaksanakan pendidikan formal namun beliau juga melaksanakan pendidikan agama yang bersifat informal. Beliau menceritakan kepada anak-anak panti asuhan bahwa sejak muda apa yang dilakukan anak-anak panti asuhan tersebut juga dilakukannya.
Dalam latar belakang adanya agama tersebut anak-anak panti asuhan dan ditekankan harus memiliki empat komponen unsur agama:
a.Emosi keagamaan disini berarti yang menyebabkan manusia menjadi religius.
b.Sistem kepercayaan disini berarti mengandung keyakinan serta bayangan-bayangan manusia tentang sifat-sifat Allah serta tentang wujud dari alam gaib.
c.Sistem upacara religius disini berarti yang bertujuan mencari hubungan seseorang tersebut dengan Allah.
d.Kelompok-kelompok religius atau kesatuan-kesatuan sosial yang menganut sistem kepercayaan dan yang melakukan upacara-upacara religius.5
3.Budaya
Menurut E.B Taylor budaya merupakan keseluruhan yang kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum dan adat istiadat. Budaya juga merupakan kemampuan serta kebiasaan yang didapat oleh masyarakat sebagai anggota masyarakat. Sedangkan budaya menurut Ki Hadjar Dewantara merupakan buah budi manusia dalam hidup bermasyarakat.6
Jadi, dapat diketahui bahwa budaya tersebut merupakan kebiasaan. Adapun kebiasaan dalam panti asuhan adalah diwajibkanya dan dilaksanakannya sholat tahajud, dan sholat tahajud tersebut harus dilakukan setiap malam hari bagi semua anak-anak panti asuhan tanpa terkecuali. Karena sholat tahajud tersebut dapat bermanfaat untuk mendekatkan diri kepada Allah agar apa yang dia inginkan dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Kemudian kebiasaan kerja bakti dalam panti asuhan dilaksanakan setiap Hari Minggu. Wajib dilakukan untuk seluruh anak-anak agar cermin kebersihan dapat diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari. Karena kebersihan itu sebagian dari iman. Lalu kebiasaan anak-anak panti asuhan dengan diadakannya ziarah kubur di makam dermawan panti asuhan dan makam para wali di sekitar lingkungan panti asuhan tersebut dilakuan setiap Hari Kamis sore,itu dilakukan agar anak-anak panti asuhan dapat selalu mengingat akan adanya kematian. Agar mereka selalu mengingat bahwa kehidupan dunia tidak akan selamanya kekal namun juga akan berakhir, dan agar mereka selalu mengingat akan Kebesaran Allah SWT.
4.Keluarga
Keluarga merupakan fondasi bangunan anak, dan juga keluaraga merupakan pendidikan pertama yang diketahui oleh anak. Keluarga dapat menentukan bagaimana masa depan suatu umat dan bangsa. Keluargalah yang menjadi ujung tombak dalam perbaikan dan pendidikan. Karena didalam keluarga terdapat orang tua yang selalu memberikan kasih sayang, pengertian dan perhatian kepada anak-anak nya.
Dan jika anak anak-anak tersebut sudah tidak mempunyai orang tua mereka sangat kehilangan sekali dan faktor psikisnya sangat terpukul. Dan mental maupun fisik mereka sangat terpengaruh dan dapat menjadikan depresi yang berat jika selau difikirkan karena mereka tidak ikhlas. Karena terjadi itu maka anak tersebut akan menimbulkan masalah yang dihadapinya. Seperti halnya tentang pendidikan, dia sudah tidak mendapatkan lagi pendidikan yang layak karena faktor ekonomi yang tidak memadai.
Jika itu terjadi pada anak-anak maka dibangunlan panti asuhan. Panti asuhan merupakan alternativ bagi anak-anak yang kurang mampu dan anak-anak yang tidak mempunyai keluarga. Disinilah panti asuhan dapat menjadi pengganti keluarga yang semula mereka miliki. Panti asuhan tersebut sangat nyaman dan bermanfaat bagi anak-anak tersebut, karena untuk membangun kembali semangat hidup mereka yang semula pudar menjadi bangkit kembali karena mereka mempunyai keluarga baru seperti halnya orang tuanya dulu yang selalu memberikan kasih sayang kepadanya.
5.Tempat Tinggal
Panti asuhan Al-Jannah adalah salah satu dari sekian banyak panti asuhan. Dinamakan Al-Jannah dikarenakan atas prakarsa dari istri pendirinya (Bapak Bisri) yaitu Ibu Jannati.
Dimulai dengan hanya beberapa anak, panti asuhan “Al-Jannah” mulai berdiri langkah demi langkah, setapak demi setapak, panti asuhan mulai merangkak, halangan dan rintangan datang silih berganti tiada henti, namun berkat ketabahan dan keuletan pendiri dan pengurus, panti asuhan tetap berjalan walaupun tanpa ditunjang oleh dana yang memadai dan tempat yang kurang memadai yang lokasinya semula barada didekat Taman Lele dekat masjid kemudian pindah pada tahun 1992 ke Kelurahan Tugu Rejo tepatnya berada di Jalan Tapak nomor 53 Rt 04/Rw 03 Kelurahan Tugu Rejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.
Hari terus berjalan, pengurus terus berjuang untuk memajukan panti asuhan dan memberikan kesejahteraan kepada anak-anak asuhnya, Alhamdulillah berkat tekad dan niat yang baik dari para pengurus dan pendiri, akhirnya perjuangan yang selama ini dilakukan membuahkan hasil yang menggembirakan, terbukti dengan datangnya simpatisan atau dermawan yang memberikan bantuan untuk melebelkan panti asuhan ini dengan memberikan dana akta notaris, akhirnya pada tahun 2002 panti asuhan Al-Jannah telah berbadan hukum. Sampai saat ini panti asuhan terus maju pesat dengan ditunjang pendidikan dan fasilitas yang cukup memadai.
C. Panti Asuhan Adalah Surga Bagi Anak-anak Yatim
a. Kondisi Umum Anak
Panti asuhan ini merupakan panti asuhan milik perseorangan yang berusaha untuk menjalankan ibadah agama dengan menyatuni anak-anak fakir miskin dan yatim piatu. Keinginan mulia ini akhirnya terwujud dengan mendirikan Panti asuhan Al jannah. Penelitian ini mengambil 15 responden anak yang berasal dari berbagai wilayah khususnya Kota Semarang sebanyak 8 anak (53,33%), Kota Pati ada 1 anak (6,677%) dan sisanya sebanyak 6 anak (40%) berasal dari Jawa selain Semarang dan Pati. Lama tinggal anak-anak ini di Panti Asuhan Al Jannah berkisar antara 1 – 4 tahun, saat ini ada yang sedang menempuh pendidikan setingkat SMP dan SMA. Keinginan untuk dapat melanjutkan sekolah menjadi alasan terbesar anak-anak untuk tingga di panti asuhan. Anak yang telah tinggal selama 1 tahun sebanyak 8 anak (53,33%), lama tinggal 2 tahun ada 5 anak (33,33%) dan lama tinggal 4 tahun ada 2 anak (13,33%). Untuk kepemilikan akte kelahiran, dari 15 responden ada 12 anak (80%) yang memiliki, 1 anak (6,67%) tidak memiliki dan 2 anak (13,33%) lainnya menjawab tidak tahu. Artinya, pemenuhan kebutuhan hak untuk anak Indonesia telah terpenuhi karena sebagian besar telah memilik akte kelahiran. Untuk memenuhi kebutuhan akte kelahiran bagi yang belum membutuhkan perhatian dari pihak panti asuhan untuk mengurusnya, karena sangat penting untuk masa depan anak nantinya. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan ini pada saat kedatangannya tidak semua didampingi oleh orang tuanya. Anak yang datang ke panti asuhan ini memiliki alasan yang cukup beragam. Bagi yang mengalami kesulitan ekonomi, pilihan untuk datang ke panti asuhan ini tepat karena setiap anak mendapatkan uang saku dari panti asuhan ini. Kehidupan di panti asuhan cukup menyenangkan bagi anak-anak karena mereka mendapatkan banyak teman dan didukung dengan pengurus yang baik serta ramah meskipun kadangkala ada teman yang memusuhinya. Hanya ada 1 anak yang menjawab bahwa kehidupan panti kadang-kadang menyenangkan, namun karena banyaknya aturan sehingga tidak merasakan kebebasan. Kondisi lingkungan di panti asuhan dirasakan cukup membuat nyaman untuk ditinggali. Berdasarkan hasil observasi, bangunan di panti asuhan ini cukup baik dan membuat anak merasa betah untuk tinggal cukup lama. Lingkungan yang nyaman akan semakin menambah keceriaan anak ketika didukung dengan fasilitas yang memadai dan layak untuk digunakan. Adapun fasilitas yang ada di panti asuhan ini dan segi kelayakannya antara lain: Ruang Belajar, Ruang Ibadah, Ruang Bermain, Ruang Makan, Fasilitas Kesenian, Fasilitas Olahraga. Fasilitas yang ada jelas sangat mendukung bagi terselenggaranya kehidupan panti asuhan yang memberikan rasa aman dan nyaman serta dapat mengembangkan diri sesuai dengan kemampuan. Panti asuhan diharapkan dapat bekerja profesional sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  1. Pola Pengasuhan
Kegiatan rutin yang wajib dilakukan oleh anak-anak adalah beribadah bersama, tadarus, belajar kitab, bermain, membersihkan kamar dan lingkungan panti asuhan.. Bagi anak panti asuhan kegiatan rutin tersebut kadangkala memberatkan meskipun sebagian besar menganggap tidak memberatkan. Hal yang membantu kehidupan menyenangkan di Panti Asuhan Al Jannah karena adanya hubungan yang terjalin dengan baik antara pengurus dengan anak. Pengurus yang ada di panti baik dan ramah serta sering mengajak berkomunikasi untuk membicarakan sesuatu hal.
Pola Pengasuhan Dengan Sistem Pembujukan di Panti Asuhan Al Jannah yaitu: Berdiskusi, menasehati dengan kata lembut, menyapa saat bertemu, bermusyawarah Pihak pengurus Panti Asuhan Al Jannah juga melakukan pola pengasuhan dengan sistem pembujukan yaitu memberikan nasehat dengan lembut, berdiskusi, menyapa saat bertemu maupun bermusyawarah. Tujuan dari sistem pembujukan ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak yang tinggal di panti.
D. BEKERJA ATAU PEKERJAAN TERSEBUT
Beliau Bapak Bisri pengasuh panti asuhan Al-Jannah melakukan pekerjaan tersebut hanya semata-mata karena Allah SWT. Beliau ikhlas tidak mengharapkan balasan hanya Ridho Allah yang di carinya. Karena beliau berfikir evaluativ yaitu berfikir kritis, menilai baik buruknya, tepat atau tidaknya suatu gagasan. Kita menilai menurut kriteria tertentu.7
Kemudian beliau berpandangan bahwa setiap manusia harus mendapatkan penghargaan yang setinggi-tingginya, bukan karena berbagai prestasi yang mereka capai, melainkan karena mereka adalah pribadi yang berdaulat dan memiliki hak-hak asasi. Manusia adalah ciptaan Allah yang bertanggung jawab sepenuhnya kepada-Nya dan tidak dapat diperdaya oleh manusia lain, yang sama-sama ciptaan Allah. Keyakinaaan ini berakar dalam suatu pandangan religius tentang hubungan antara Allah dan manusia serta hubungan manusia dengan manusia. Selanjutnya, cara yang akhirnya lebih dapat di andalkan dalam menghadapi dan mengatasi kebanyakan persoalan hidup adalah menggunakan daya berpikir yang diberikan oleh Sang Pencipta, dari pada mengandalkan kemahiran dan kekuatan istimewa alam gaib. Cara yang akhirnya lebih produktif ialah mencari sebab musabab timbulnya persoalan, mempertimbangkan sikap serta tindakan yang dapat diambil, dan mengantisipasi segala konsekuensi yang mungkin timbul.8
Hubungan pekerjaan tersebut dengan orang lain adalah saling membantu umat manusia yang satu dengan yang lainnya. Yang satu mendapatkan kesusahan karena kekurangan mengenai ekonomi dan pendidikan namun disisi lain seseorang yang mempunyai kelebihan dapat membantunya. Kemudian dengan adanya panti asuhan berarti para dermawan dapat memberikan sumbangan baik materi maupun imateri kepada pihak pengasuh untuk anak-anak panti asuhan agar anak-anak panti asuhan dapat berkehidupan yang layak sebagaimana mestinya. Dan para dermawan membantu hanya semata-mata mencari Ridho Allah. Dan donator membantu dengan senang hati dan tanpa pamrih, beliau senang karena anak-anak yang memang seharusnya dapat dirawat dapat dirawat dengan layak sebagaimana mestinya, mereka tidak terlantar lagi dijalanan bahkan mendapatkan keluarga baru yang selalu menyayanginya.
Kelebihan anak-anak panti asuhan setelah diasuh oleh pihak panti asuhan Al-Jannah adalah semua anak-anak panti asuhan mendapatkan perlindungan dari pengasuh yang sangat menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri. Mereka juga mendapatkan tempat tinggal yang layak tanpa adanya biaya sedikitpun. Dan pendidikan formal maupun non formal yang memadai dapat mereka lakukan dengan baik. Namun, disisi lain ada juga kekurangan atau hambatan, yang meliputi seperti halnya mengatasi anak-anak yang bandel atau nakal. Pihak panti asuhan tersebut mengatasi masalah itu dengan diadakannya komunikasi antar anak yang bermasalah tersebut atau menggunakan konseling yang berarti interaksi (a) terjadi antara dua orang individu, masing-masing disebut klien dan konselor (b) terjadi dalam suasana yang professional (c) dilakukan dan dijaga sebagai alat memudahkan perubahan-perubahan dalam tingkah laku anak tersebut. Apabila anak itu mengulangi kembali kesalahannya maka ada macam lain alat pendidikan (selain penguat) yang berbentuk penarikan suatu positif yang sengaja dilaksanakan agar pihak lain (individu yang dihukum) menarik kembali atau menghentikan tingkah laku yang tidak diharapkan. Hukuman dapat dilaksanakan secara verbal atau non verbal, dan dilaksanakan segera sesudah tingkh laku yang tidak diharapkan (perbuatan salah) dihentikan.9
Namun hukuman yang dilakukan itu yang bersifat mendidik untuk anak-anak agar anak-anak dapat mengetahui dan tidak mengulanginya lagi. Seperti contoh anak-anak yang tidak melaksanakan sholat berjamaah dihukum membersihkan kamar mandi atau membersihkan kebun. Karena kebersihan merupakan sunnah Rasulullah. Atau hukuman tersebut dapat berupa menghafalkan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, itu dilakukan supaya anak-anak selalu membaca dan mengingat bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah.
Kekurangan lagi yang dihadapi pihak pengasuh adalah terkadang kurangnya dana dari para donator yang tidak ada. Karena untuk biaya saku anak-anak dan naik angkot pada saat sekolah anak-anak panti asuhan saja setiap bulan sudah mencapai tujuh juta lebih, belum lagi masalah makanan anak-anak sehari-hari terkadang masih kurang dari para donator. Kemudian hambatan lagi adalah masalah tentang perlengkapan panti asuhan yang tidak memadai, seperti halnya kamar mandi yang kurang. Jumlah keseluruhan anak-anak panti asuhan tiga puluh namun kamar mandi hanya ada empat buah. Dan semua itu menyebabkan anak-anak panti asuhan harus mengantri mandi yang agak lama jika akan berangkat sekolah.
E. PENUTUP
Suasana panti asuhan yang bersih akan menciptakan anak-anak panti asuhan betah tinggal di panti asuhan. Karena pengasuh yang selalu mencerminkan kebersihan dalam panti asuhan. Kemudian sikap kedisiplinan yang selalu diterapkan sehingga anak-anak panti asuhan selalu melakukan pekerjaan tepat waktu, seperti sholat berjama’ah selalu tepat waktu, belajar, dan gotong royong membersihkan panti asuhan.
Saran untuk panti asuhan Al-Jannah: apabila dana kurang dan fasilitas kurang memadai untuk kenyamanan anak-anak panti asuhan adalah dengan diadakan donator tetap. Jadi, setiap bulannya sudah ada dana untuk anak-anak yang cukup dan dapat digunakannya tepat waktu.
Komentar kritis tentang kehidupan panti asuhan Al-Jannah: sikap kekeluargaan yang diterapkan dalam kehidupan panti asuhan yang sangat melekat pada semua yang ada di panti asuhan termasuk pengasuh. Mereka saling menyayangi, mencintai, mengasihi, dan tolong menolong. Karena mereka hidup dalam satu keluarga yang utuh pengganti keluarga mereka sebelumnya yang serba kekurangan dalam hal ekonomi maupun kasih sayang. Mereka hidup hidup tanpa adanya perselisihan dan tanpa pertengkaran, jika manusia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan nalurinya dengan suatu cara yang baik, di mana sifat-sifat terpuji dan akhlak-akhlak yang mulia dapat berkembang, ia harus menggunakan akalnya dalam setiap segi kehidupan. Sebab hanya akal yang mampu membimbing manusia dan bukan naluri. Akallah yang mencegah naluri dari kemubaziran dan kejumudan. Ia adalah unsur yang membuat kita dapat membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Kekuatan akal, yang memiliki tugas penting dalam mengembangkan kepribadian manusia, adalah kemmpuan untuk melindungi kita dari kesesatan dan memberi kita ketelitian dalam berbagai urusan.10Itu yang selau ditanamkan pengasuh panti asuhan pada anak-anak, karena Bapak Bisri dan istrinya sudah sangat menganggap semua anak panti asuhan adalah anak kandungnya tanpa terkecuali dan tanpa membeda-bedakan.
BIODATA SINGKAT PENGASUH PANTI ASUHAN AL-JANNAH
Nama:Drs.KH.Bisri bin Bisri Sofwan
Tempat,tanggal lahir:Kendal,6 Mei 1961
Pendidikan formal: 1.MI Miftahus Shibyan
2.Sekolah Tehnik
3.SLTA PGA (Pendidikan Guru Agama)
4.Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang
Pendidikan non formal: 1.Madrasah Diniyah
2.Pondok Pesantren Kyai Abdul Qodir
3.Pondok Pesantren Uswatun Chasanah
4.Pondok Pesantren Yayasan Arwaniyah Yanbu’ul Qur’an Kudus
Nama istri:Hj.Jannati, yang kemudian nama panti asuhan tersebut diambil dari nama istrinya
Alamat:Jl. Tapak No.53 Rt 04/Rw 03 Kel.Tugu Rejo, Kec.Tugu, Kota Semarang


1 Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, (Jakarta: PT Rineka Cipta,2000).hlm.229

2 Ibid, hlm.235

3 Sayyid Mujtaba Musavi Lari, Psikologi Islam, (Bandung:Pustaka Hidayah,1995).hlm.15-16

4 W.S.Winkel dan M.M.Sri Hastuti, Bimbingan dan Konseling, (Yogyakarta:Media Abadi,2004), hlm.103

5 Emmy Indrayawati, Antropologi, (Surakarta:Putra Nugraha,2009), hlm 70

6 Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati, Manusia dan Masyarakat, (Jakarta:Ganeca Exact,2004), hlm119

7 Jaluddin Rakhmat, Psikologi Komunikasi,(Bandung:Remaja Rosdakarya,2007), hlm.69

8 W.S.Winkel dan M.M.Sri Hastuti, Op.Cit, hlm.212

9 Nur’aeni, Intervensi Dini Bagi Anak Bermasalah, (Jakarta:Rineka Cipta,2004), hlm.138-139

10 Sayyid Mujtaba Musavi Lari, Op.Cit, hlm.151

Postingan populer dari blog ini

Inilah Daftar Panti di Kota Semarang

Panti Asuhan Al Jannah Semarang Alamat:  Jl. Tapak No. 53 Rt.04 Rw.03 Tugurejo Tugu Kota Semarang.  Telpon:  02486456640  WhatsApp:  0821 3793 3357      website :  panti.aljannah.org Instagram : panti.aljannah   Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu Nurus Saadah Phone: 024 70782104 Alamat: Jl Teguhan RT 005/02 Kota: Semarang Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu Arrohman Alamat: Jl Kramat Raya 1 RT 003/02, Kudu, Genuk Kota: Semarang Kode pos: 50116 Nomor Telepon: 024 6511411 – 024 6591084 – 024 6591093 Panti Asuhan Al Furqon Alamat: Dk Tlogo RT 004/08, Banjardowo, Genuk Kota: Semarang Kode pos: 50117 Nomor Telepon: 024 70774824 Panti Asuhan Anak Yatim Nurul Istiqomah Alamat: Jl Suburan 75, Kebon Agung, Semarang Timur Kota: Semarang Kode pos: 50123 Nomor Telepon: 024 3522426 Panti Asuhan & Pembimbingan Mualaf Riyaadhul Jannah Baiturahman Alamat: Jl Pandanaran 126, Miroto, Semarang Tengah Kota: Sema...

Daftar Panti Asuhan di Semarang

1 Nama Panti Al Jannah 2 Jenis Panti Panti Asuhan Anak 3 Sasaran Kegiatan Anak yatim, piatu, yatim piatu dan fakir miskin.  4 Tanggal Berdiri 2-Apr-07 5 Ijin Operasional 945/ORSOS/XI/2011 6 NPWP 03.123.002.2.503.000 7 No Rek BRI BRI 3043-01-000953-50-5 8 No Rek BPD 3-056-03718-6 9 Kapasitas Tampung 35 orang 10 Jumlah Pengelola 14 orang 11 Jumlah Kalayan 36 orang 12 Keberadaan Semarang Barat dekat Wisata Taman Lele 13 Alamat Jl. Tapak Tugurejo No. 53 RT. 04 RW. 03 Tugu Semarang 14 No. Telepon 02486456640 / 085641577513 (WA)

Panti Asuhan di Kota Semarang

Panti Asuhan Al Jannah Semarang Jl. Tapak Tugurejo 04/03 Tugu Semarang Whats App : 0812 3225 1708 / Telp: 024 86456640 Instagram: @aljannahsmg Website: www.aljannahsmg.org   Yayasan Nurus Saadah Phone: 024 70782104 Alamat: Jl Teguhan RT 005/02 Kota: Semarang Yayasan Panti Asuhan   Arrohman Alamat: Jl Kramat Raya 1 RT 003/02, Kudu, Genuk Kota: Semarang Kode pos: 50116 Nomor Telepon: 024 6511411 – 024 6591084 – 024 6591093 Panti Asuhan Al Furqon Alamat: Dk Tlogo RT 004/08, Banjardowo, Genuk Kota: Semarang Kode pos: 50117 Nomor Telepon: 024 70774824 Panti Asuhan Anak Yatim Nurul Istiqomah Alamat: Jl Suburan 75, Kebon Agung, Semarang Timur Kota: Semarang Kode pos: 50123 Nomor Telepon: 024 3522426 Panti Asuhan & Pembimbingan Mualaf Riyaadhul Jannah Baiturahman Alamat: Jl Pandanaran 126, Miroto, Semarang Tengah Kota: Semarang Kode pos: 50134 Nomor Telepon: 024 70777123 Panti Asuhan Anak Yatim Nurul Alamat: Jl Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah Kota: Semarang Kode pos: 50132 Nomor Telep...